Beberapa waktu ini ada fenomena menarik yang lewat dihadapan kita. Keadaan dunia hukum kita yang carut marut telah membuat fenomena-fenomena menarik ini muncul. Fenomena itu telah membuat saya merenung agak lama, mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan kemana arah fenomena itu bergulir. Dalam rangkaian fenomena itu secara garis besar nampak adanya animo yang begitu besar dari masyarakat, termasuk kaum intelektual untuk mencoba keluar dari kemelut ini. Hal tersebut nampak dalam respon-respon yang disampaikan oleh masyarakat biasa, kaum intelektual bahkan pejabat yang ingin melakukan perubahan. Seringkali keinginan itu begitu menggebu-gebu sehingga respon yang nampak sepertinya memang menginginkan sebuah “quantum leap” atau lompatan yang begitu ajaib, miraculous, untuk mengangkat bangsa ini dari sebuah deep myriad busuknya dunia hukum kita, termasuk korupsi. Kita melihat bagaimana di Bandung ada yang membacok jaksa karena merasa sudah buntu dengan pemberantasan korupsi, kemudian dalam kasus Afriyani terpidana pelanggaran yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, ada fenomena bagaimana masyarakat menginginkan hukuman yang begitu berat bagi Afriyani, bahkan melampaui standar normatif yang ada. Terakhir, ada juga pernyataan dari wamenkumham Denny Indrayana yang saking bersemangatnya, menyamakan pengacara koruptor dengan koruptor. Read the rest of this entry »


Selamat malam. Sudah lama saya ingin menulis ini, tapi terhambat terus oleh kegiatan saya ngetwitt. Pilkada Jakarta dan ekspektasi saya begitu menyita perhatian, sehingga saya belum sempat saja menulis mengenai hal ini. Namun, saya harus menulis ini, untuk mengungkapkan apa yang saya rasa harus saya sampaikan.

Kasus Simulator SIM, mungkin sudah mulai kembali ke garis normal desibel pemberitaannya di media-media kita. Drama “penyekapan” penyidik KPK oleh Kepolisian, lalu perseteruan saling berebut barang bukti dan perlombaan penetapan tersangka serta saling klaim mengenai kewenangan penyidikan menjadi perbincangan yang cukup hangat di berbagai media. Saya memang seringkali berusaha menyimak terlebih dahulu mereka yang berbicara di media, untuk kemudian saya baru menyampaikan pemikiran saya, jika perlu, dalam blog ini. Namun, semakin lama saya memendam apa yang saya pikirkan ini, semakin lama saya merasa ada yang harus saya sampaikan, karena ternyata ini menyangkut penghadangan terhadap upaya bangsa kita untuk maju, lepas dari korupsi dan memulai lembaran baru sebagai bangsa yang bermartabat. Read the rest of this entry »

Sejak diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional, maka ada empat hal penting yang perlu menjadi perhatian semua pihak yang terlibat dan berkepentingan dalam hal pendidikan nasional ini, yaitu:

1. Adanya kepastian mengenai jaminan pendidikan yang pluralistik, menghormati budaya lokal dan non diskriminatif;
2. Adanya alokasi anggaran yang disebutkan secara eksplisit, yaitu 20 persen diluar dana gaji pendidik dan pendidikan kedinasan;
3. Terbukanya kesempatan untuk menikmati pendidikan bermutu, bahkan sampai pada taraf Internasional;
4. Dibukanya kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi, yang berarti terbuka pula kesempatan bagi masyarakat (swasta) untuk menyelenggarakan pendidikan;

beberapa hal yang disebutkan diatas, cukup memberikan gambaran mengenai adanya keinginan pemerintah untuk bekerja mewujudkan pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk karakter Indonesia yang berbudaya khas , dengan penghormatan kepada local costums/culture. Read the rest of this entry »

Sejak kemarin, kita dihebohkan dengan kasus dugaan pembantaian di Mesuji, Lampung. Dikabarkan sebanyak 30 orang warga tewas dibantai oleh aparat dan sekelompok milisi swasta dibawah koordinasi pihak aparat keamanan. Bantahan kemudian muncul dari komandan-komandan aparat baik yang masih aktif maupun yang dulu pernah bertugas di Lampung. Tentu saja mereka tidak akan mau disalahkan dalam kasus-kasus kekerasan yang terjadi diberbagai penjuru negeri ini.

Namun, fakta tidak bisa dibohongi. Diberbagai tempat di negeri ini, aparat kita memang melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap warga. Modus yang dilakukan oleh aparat adalah sebagai berikut:

  1. Intimidasi

Intimidasi dilakukan oleh aparat dengan cara lebih halus. Tidak melakukan penangkapan, penahanan. Namun, aparat melakukan pemanggilan, mendatangi rumah-rumah penduduk, mengutus preman untuk menakut-nakuti warga, menciptakan suasana yang mencekam dan sebagainya. Ini modus pertama dan yang halus yang dilakukan oleh aparat keamanan kita. Read the rest of this entry »

Saya agak geli dengan judul berita ini http://bit.ly/sg8xFA  . Disitu Menkominfo kita Tifatul Sembiring mengancam kalau RIM tidak membangun server di Indonesia, maka BlackBerry Internet Service akan dipotong dan ditiadakan. Setidaknya Fasilitas BlackBerry Messenger nya yang akan di nonaktifkan.

Jika kita melihat kepada alasan-alasannya, terlihat bahwa alasan-alasan tersebut begitu baik dan melindungi apa yang disebut kepentingan “nasional”. Diantara alasan-alasan tersebut adalah:

  1. untuk memudahkan penyidikan terhadap kejahatan
  2. untuk menangkal terorisme
  3. untuk memudahkan dan memurahkan lalu lintas data di Indonesia
  4. untuk membantu para pengembang (developer) lokal Indonesia dalam mengembangkan konten aplikasi Read the rest of this entry »

TUNTAS BERANTAS KORUPSI

Posted: November 16, 2011 in Uncategorized

Tiga belas tahun sudah berlalu sejak reformasi bergulir tahun 1998.  Pergantian rezimpun telah terjadi sebanyak tiga kali sejak Habibie, yaitu Megawati, Gus Dur dan Susilo bambang Yudhoyono. Sejak saat itu dorongan untuk mensukseskan agenda tunggal pemulihan negara terus dikumandangkan di seantero negeri. Kekuatan-kekuatan swadaya masyarakat berkali-kali menyampaikan protes, unjuk rasa untuk mendorong penghapusan praktek korupsi di Indonesia. Rezim berganti, terjadi beberapa perubahan secara institusional. Sejak tahun 1999, telah ditetapkan Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diperbaharui di tahun 2001. Tahun 2002, lembaga penegak hukum dengan tugas pemberantasan korupsi, dibentuk. Lembaga itu adalah Komisi Pemberantasan Korupsi. Harapan masyarakat kemudian bertumpu pada lembaga yang disebut oleh SBY maupun anggota DPR sebagai lembaga superbody mengingat kewenangannya dalam melakukan penyidikan yang bersifat khusus dan istimewa. Apakah benar lembaga ini superbody ? rasanya kita harus berdiskusi panjang tentang hal itu. Saya tidak setuju. Lembaga superbody semestinya memiliki anggaran yang luar biasa, jumlah personil yang luar biasa, bukan hanya 700-an orang dibanding 400 ribu anggota Polisi dan ribuan anggota Kejaksaan Negara Republik Indonesia. jadi, istilah superbody itu hanyalah stigma, bukan sebuah pengakuan yang tulus. Read the rest of this entry »